Oleh: antonarizal | Juli 21, 2009

Ramalan Indonesia Lima Tahun Kedepan

“ SBY tampil sebagai pemenang. Kemenangan ini sangat berarti. Tidak saja bagi SBY dan tim-nya serta lembaga survei yang diragukan netralitasnya, tetapi juga bagi penulis. Dengan kemenangan ini, maka prediksi berdasar tafsir dari kitab-kitab kuno masih ‘layak pakai’. Tetap bisa dijadikan rujukan ‘mengotak-atik’ siapa tergusur dan siapa yang unggul.

Kalau anda mau mengklik detik.com 7 November 2007, anda akan merasa seakan-akan tulisan itu hasil reportase pilpres yang baru saja berlangsung. Dalam laporan bersambung tiga tulisan itu penulis(Djoko Suud Sukahar) memprediksi JK tidak akan mendampingi SBY dan kalah bertarung dalam Pilpres.

Dan saat menjelang pilpres, penulis mengisi kolom ini dengan terawang yang gamblang. Dari siapa pemenangnya, bagaimana rakyat yang ‘pinter’ dan ‘minteri’ calon pemimpin ‘yang ambisius’, figur yang diinginkan rakyat. Juga soal sekali putaran atau dua putaran.

Dalam menulis ramalan macam itu, penulis melihat dari tiga soal. Pertama suratan serat kuno yang menyebut tanda munculnya figur yang akan tampil sebagai pemimpin, tanda-tanda alam (utamanya reaksi gunung berapi), dan ketiga simbol Satrio Piningit, Satrio Pinilih, yang juga diasumsikan sebagai Ratu Adil.

Dalam Serat Kanda, Babad Tanah Jawi, serta Jangka Jayabaya disebut, akan terjadi suksesi di Tanah Jawa, jika Gunung Merapi memuntahkan lahar dan disusul meletusnya gunung-gunung yang lain. Uniknya, dalam Pilpres kali ini Merapi adem-ayem, di tengah gejolak Gunung Slamet, Gunung Kelud, dan Gunung Semeru di Jawa.

Tanda alam itu kian dipertegas dengan Yogyakarta kembali dilanda gempa (tengara Sultan Hamengkubuwono X gagal maju capres), Gunung Soputan meletus, Gorontalo diobrak-abrik gempa (Fadel Muhammad dan JK gagal), serta Gunung Merapi di Padang bergolak (Akbar Tandjung batal dampingi SBY).

Tanda-tanda itu semakin benderang ketika yang tampil sebagai kandidat presiden adalah Mega-Prabowo, SBY-Boediono, dan JK-Wiranto. Itu karena dalam ‘disiplin’ Satrio Piningit atau Satrio Pinilih tidak pernah ‘pulung’ itu jatuh dua kali. Artinya, Mbak Mega yang ‘pernah’ menjadi Satrio Pinilih tak bakalan ‘kejatuhan’ lagi.

Bagaimana gambaran negeri ini lima tahun ke depan dan pasca SBY lengser keprabon? Lambat tapi pasti, rasanya negeri ini sudah waktunya memasuki masa keemasan. Zaman Kala Sumbaga yang terbagi dalam tiga periode itu tersurat dalam Jangka Jayabaya sebagai era menuju puncak kebahagiaan.

Lintasan waktu yang masuk paket zaman Kala Sumbaga itu semua bernilai positif, dan berlaku hingga tahun 2078. Dimulai dengan euphoria manusia ingin terkenal, snob, yang menimpa pemimpin maupun yang dipimpin.

Taraf hidup yang membaik membuka era Kala Andana, sebuah masa yang diramaikan orang berderma. Ingin memberi pada yang lain. Masa itu amat mengharukan, karena ‘wong cilik melu gemuyu’ (orang miskin ikut tertawa) bukan lagi slogan.

Setelah itu masa Kala Karena terbuka. Sebuah masa paling indah. Rakyat tidak kesulitan lapangan kerja, sandang, pangan, dan papan tercukupi. Saat itu rakyat memasuki tahap bersuka-cita. Mencari kesenangan hidup.

Zaman Kala Sumbaga ditutup Kala Sriyana. Masa-masa itu diasumsikan kota dan desa tertata. Polusi serta pencemaran teratasi. Rakyat hidup makmur dan sejahtera. Semua hidup enak, dan semua berlomba-lomba berbuat kebajikan.

Adakah benar zaman keemasan itu tak lama lagi bakal datang? Kita berdoa dan ikhtiar bersama, agar masa yang dilukiskan gemah-ripa lohjinawi, tata-tentrem karta raharja itu segera tiba. Amin ! “ Sumber:DetikNews.com


Apakah Anda percaya dengan ramalan semacam itu?

Mempercayai hal seperti ramalan merupakan dosa besar karena telah mempersekutukan Allah SWT yang termasuk dalam perbuatan Syirik. Allah telah menerangkan hal ini dalam firmannya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni dosa selain syirik itu…”.(An – nissa’ (4);48).

Lalu masih ada firman Allah lainnya yaitu, “Sesungguhnya telah kafirlah orang – orang yang berkata:”sesungguhnya Allah ialah Al masih putra Maryam”, padahal Al masih (sendiri) berkata:”hai bani israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang – orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang – orang zalim itu seorang penolongpun.

Dari ayat – ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa janganlah kita mempercayai ramalan – ramalan yang malah akan menyesatkan kita dan menuntun kita ke neraka. Saran jika kita mendapatkan musibah ataupun masalah janganlah minta bantuan kepada dukun, peramal, ataupun zodiak lebih baik kita meminta pertolongan kepada Allah yang sudah pasti kebenarannya.

Mari kita kembalikan segalanya pada Allah.

About these ads

Responses

  1. kok ramalan ada di blog ini ?
    emang ramalan ada dalam islam ?

    • @anto: Ramalan dalam islam hukumnya haram, mempercayai ramalan hukumnya juga haram, dan orang yang meramal juga haram.

      Sebaiknya kita kembalikan segalanya pada Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: